Anime Hanya Diperuntukkan Untuk Anak-Anak ?

  Berbicara soal anime, masih banyak sekali yang memperdebatkan dan mengait-gaitkan dengan sarana hiburan anak. Terutama bagi yang masih awam dalam dunia hiburan jepang. Hal itu cenderung menimbulkan berbagai perdebatan apakah anime itu layak dipertontonkan untuk orang dewasa. Bahkan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) sekalipun melabeli anime sebagai salah satu tayangan hiburan yang tidak layak untuk dipertontonkan. Well, menurut gue ini terlalu berlebihan.


 Mengapa ? Apa ada yang salah ?
Biar gue artikan apa itu anime. Anime adalah animasi khas jepang yang dibuat dari hasil pengolahan gambar tangan. Dulunya dibuat dari kumpulan gambar-gambar yang diputar sehingga memunculkan kesan bergerak. Anime itu juga terdiri dari berbagai genre (tema) dan dikategorikan berdasarkan usia. Evangelion contohnya, anime ini bergenre mecha atau robot dan diperuntukkan untuk usia 13 tahun keatas. Erased bergenre mystery yang dipertontonkan untuk usia 17 tahun keatas.


  Ketidaktahuan tentang arti dari film animasi jepang ini secara keseluruhan yang menyebabkan adanya perbedaan persepsi dan sudut pandang. Consequently, pro dan kontra tentang anime seakan-akan tidak dapat dihentikan. Mari kita bandingkan dengan sinetron yang ditayangkan setiap harinya di indonesia. Sinetron anak j**anan misalnya, apakah ada hal positif yang dapat dipetik dari situ? Sayangnya justru sebagian dari mereka mengambil sisi negatifnya sehingga tidak heran bahwa topik yang dibahas akhir-akhir ini sangat mencengangkan.

  Anak dibawah umur sudah mulai bertindak layaknya orang dewasa. Sejujurnya, kualitas serial televisi di indonesia tidak jauh lebih baik dari anime bahkan lebih buruk. Still, banyak anime bagus yang cocok dipertontonkan untuk anak seperti doraemon. Masih banyak hal positif yang bisa kita ambil dari anime daripada sinetron yang tidak jelas alurnya dan tidak jelas pesan yang disampaikan.
Misalnya sikap tokoh utamanya yang jujur, baik , suka menolong,punya semangat berjuang dan ambisi yang tinggi. Jika kita telusuri lebih dalam tentang sang tokoh utama. Kita ambil contoh anime yang sudah tidak asing lagi bagi kita : Naruto, Luffy, Fairytail dll. Tokoh utamanya dikaruniai sebuah kemampuan khusus yang tidak disadari. Mereka malah sering terlihat bodoh didalam cerita. Namun, kegigihan dan sikap pantang menyerah yang disaksikan itulah yang dapat mempengaruhi pola pikir dan harusnya diadaptasikan ke serial tv indonesia.

  Beberapa anime seperti tokyo ghoul, bakemonogatari, code geas yang mengandung unsur-unsur kekerasan, pembunuhan , cerita yang kompleks (susah dipahami) bahkan terselip beberapa unsur vulgar didalamnya. Sudah jelas bahwa anime tersebut dikategorikan sebagai anime dewasa dan sangat tidak layak dipertontonkan untuk anak-anak.



  Kita seharusnya sudah dapat berpikir lebih kritis dan objektif terhadap suatu masalah. Banyak sekali yang mencap anime sebagai tontonan anak-anak hanya karena spekulasi-spekulasi serta stigma yang beredar dan perlu diketahui bahwa itu tidak sepenuhnya benar. Dan untuk KPI yang melarang penayangan anime dipertelevisian indonesia.

   Mereka seharusnya lebih peka terhadap akar permasalahan. Ada baiknya anime yang hendak ditayangkan diseleksi terlebih dahulu untuk menghindari kesalahpahaman orang tua. Karena gue percaya larangan KPI terhadap penayangan anime disebabkan oleh pengaduan ketidakpuasan orang tua.

  Jadi kesimpulannya, tidak semua anime layak dipertontonkan untuk anak-anak. Ada yang diperuntukkan untuk remaja, ada yang diperuntukkan untuk orang dewasa, dan ada yang diperuntukkan untuk semua usia. Dan jangan menghina orang dewasa yang menonton anime karena itu bukan hal yang salah. Sekian.
Previous
Next Post »

- -

-                                                                                            -